15 Januari 2026

CMC1077FM – Pemerintah Kabupaten Cirebon menegaskan komitmennya dalam mendukung dan melindungi pekerja migran Indonesia (PMI) yang menjadi salah satu penggerak perekonomian daerah. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Cirebon, H. Agus Kurniawan Budiman saat menghadiri peringatan Hari Migran Internasional 2025 tingkat Kabupaten Cirebon, Senin (29/12/2025).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cirebon tersebut berlangsung di Kantor Disdukcapil setempat dan dihadiri para calon PMI yang dijadwalkan berangkat pada tahun 2025.

Wabup Cirebon yang akrab disapa Jigus mengatakan, peringatan Hari Migran Internasional menjadi momentum penting untuk memberikan perhatian lebih kepada para pekerja migran yang selama ini dikenal sebagai pejuang devisa negara.

“Alhamdulillah pada hari ini saya mewakili Pak Bupati memperingati Hari Migran Internasional yang diselenggarakan di Kabupaten Cirebon. Ini dihadiri juga oleh para calon PMI, pekerja migran Indonesia yang akan diberangkatkan di tahun 2025,” ujar Jigus.

Ia menyebutkan, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 8.803 pekerja migran asal Kabupaten Cirebon akan diberangkatkan ke luar negeri. Jumlah tersebut dinilai memiliki dampak ekonomi yang besar bagi daerah.

“Tadi juga sudah dikalkulasikan, kalau misalkan satu orang rata-rata mengirim ke Cirebon sekitar Rp5 juta, berarti dikali sekitar 8.000 orang, uang yang berputar di Kabupaten Cirebon bisa mencapai sekitar Rp400 miliar sampai Rp500 miliar,” jelasnya.

Menurut Jigus, besarnya potensi perputaran uang tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Cirebon.

Meski demikian, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah daerah, terutama dalam hal pembinaan dan pendampingan bagi pekerja migran setelah kembali ke tanah air.

“Tapi masih ada PR daripada kami Kabupaten Cirebon. Harapannya nanti ada pelatihan atau pembinaan, terutama literasi keuangan, agar setelah mereka berangkat ke luar negeri, uang yang dihasilkan tidak habis begitu saja,” ujarnya.

Ia juga menyinggung jargon yang kerap muncul di tengah masyarakat terkait pekerja migran.

“Ada jargon berangkat jadi pekerja migran, pulang jadi juragan. Nah ini yang kita harapkan. Harapannya setelah mereka berangkat, minimal bisa menyejahterakan keluarganya sendiri,” tegas Jigus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *